Blog

Mengapa Coaching Belum Efektif? (4)

Masih tentang penyebab Coaching tidak efektif, terkait alasan ke dua, dimana Atasan Tidak Berelasi Dengan Bawahannya. Ini bukan alasan yang sekadarnya dicetuskan. Dari riset yang dilakukan oleh CO2 Partner seperti dikutip oleh John H. Zenger dalam The Extraordinary Coach, hanya 1 dari 10 bawahan yang mau berbagi dengan atasan langsungnya saat menjumpai masalah. Secara rinci, karyawan meminta saran dari teman dekat dalam organisasinya (24%), senior lain dalam pekerjaan (15%), teman di luar tempat kerja (14%) – mentor atau coach (13%), supervisor (11%), pasangan (7%), dan tidak meminta saran dari siapapun (4%).

Mengapa Coaching Belum Efektif? (3)

Mengapa bawahan menjadi kurang mandiri dan tidak berkembang? Berikut ini penyebab selanjutnya:

Atasan Tidak Berelasi Dengan Bawahannya

Dari riset yang dilakukan oleh CO2 Partner seperti dikutip oleh John H. Zenger dalam The Extraordinary Coach, hanya 1 dari 10 bawahan yang mau berbagi dengan atasan langsungnya saat menjumpai masalah. Secara rinci, karyawan meminta saran dari teman dekat dalam organisasinya (24%), senior lain dalam pekerjaan (15%), teman di luar tempat kerja (14%) – seperti yang dilakukan Siska, mentor atau coach (13%), supervisor (11%), pasangan (7%), dan tidak meminta saran dari siapapun (4%).

Mengapa Coaching Belum Efektif? (2)

Yang sering terjadi dalam sesi-sesi coaching adalah atasan terlalu cepat memberikan solusi, dan bukan mengajak diskusi yang menggali solusi dari coachee nya. Akibatnya, bawahan menjadi kurang mandiri. Lain halnya bagi bawahan yang bisa lebih independen. Sesi coaching menjadi saat-saat membosankan karena harus mendengarkan uraian nasihat yang sudah berulang-ulang disampaikan. Tak heran, saat nasihat ternyata tidak efektif, bawahan justru menyalahkan atasan dan melempar tanggung jawab kepadanya. Bisa jadi hal itu dilakukannya sebagai reaksi negatif karena merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, merasa dipaksa atau terpaksa melakukan.

International Partners