Blog

Perbedaan Coaching dan Metode

Selain coaching dan training, cara lain untuk mengembangkan karyawan adalah lewat mentoring. Apa perbedaannya dengan coaching? Apa pula perbedaan coaching dengan pendekatan-pendekatan pengembangan kinerja karyawan seperti mentoring, konsultasi, dan konseling? Untuk itu mari kita bahas satu per satu.

Mentoring

Ada lagi istilah lain yang sering tertukar penggunaannya dengan coaching, yaitu mentoring. Jonathan Passmore menuliskan bahwa walaupun mentoring serupa dengan coaching, tetapi pada dasarnya berbeda. Seorang mentor mempunyai pengalaman dalam bidang-bidang yang khusus, dimana kemudian bertindak sebagai konselor, penasihat, pemandu, pembimbing, tutor, ataupun guru. Hal ini berbeda dengan peran coach yang tidak memberikan nasihat, tetapi lebih kepada membantu coachee untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang ada dalam dirinya, kemudian memfasilitasi coachee tersebut untuk dapat menjadi penasihat bagi dirinya sendiri (Passmore, 2010).

Dalam mentoring, dibutuhkan seorang mentor berpengalaman yang peduli terhadap mereka yang kurang berpengalaman. Mentoring menekankan pada kualitas dan nilai kehidupan yang dibutuhkan untuk mempertahankan seseorang dalam usaha kreatif, bukan talenta atau ketrampilan yang digunakan untuk tujuan pelaksanaan suatu proyek (Shenkman,2010). Apakah nasihat mentor itu benar-benar dijalankan oleh klien atau tidak, sepenuhnya menjadi hak dari individu. Mentor hanya mencoba menyuarakan pengalaman dan nasihat-nasihat terbaiknya, namun pelaksanaannya diserahkan pada mentee.

Dikutip dari Excellence in Coaching (Passmore, 2010), perbedaan Coaching dan Mentoring disajikan dalam tabel di bawah ini.

 

 

Mentoring, pada saat ini tetap terpisah, dan di luar dari profesi penasihat/advisor. Tetapi saat ini program mentoring resmi sudah ada dalam organisasi besar, seperti program mentoring pemimpin berdasarkan komunitas untuk para pemimpin yang diciptakan dan disponsori oleh perusahaan. Kendati coaching dan mentoring berbeda, perusahaan bisa menggunakan keduanya dalam mencapai target-target tertentu, seperti terlihat pada tabel berikut.

Seringkali praktek dalam perusahaan tidak membedakan terminologi mentor atau coach, yang penting performance karyawan meningkat dan potensinya bisa terasah untuk menyelesaikan permasalahan jangka pendek dan panjang.

Dikutip dari “Coaching for Result: Unlocking Human Potential to Achieve Organization’s Performance”, Penulis: Berny Gomulya, Heria Windasuri, Hyacintha Susanti, dan BusinessGrowth Team, PT Gramedia Pustaka Utama, 2018”

 

By: BusinessGrowth

 

Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka. 

International Partners