Blog

Perbedaan Coaching dan Metode Lainnya (2)

Selain training dan mentoring yang telah kita bahas, dalam mengembangkan talent kita juga mengenal konsultasi. Apa perbedaannya dengan training, mentoring, dan coaching? Bagaimana konsultasi bisa berbeda namun saling melengkapi dengan coaching? Apa pula perbedaan pendekatan-pendekatan pengembangan kinerja karyawan dalam konsultasi? Mari kita bahas lebih lanjut.

Konsultasi

Persaingan usaha yang semakin kompleks membuat keberadaan perusahaan konsultan semakin menjamur. Di Indonesia, ada banyak sekali konsultan. Mulai dari konsultan lokal hingga asing. Praktik-praktik konsultasi yang terjadi pun sering disamakan dengan coaching. Padahal bila diperhatikan ada perbedaan signifikan dalam kedua pendekatan, terutama berkaitan dengan peran konsultan dan coach.

Dalam konsultasi, seorang konsultan – bersama klien – berwenang menetapkan agenda dan ruang lingkup pekerjaan. Sementara dalam proses coaching yang benar, seorang coach tidak melakukan hal tersebut. Coach hanya bertugas memfasilitasi coachee untuk menentukan agenda dan fokus pekerjaannya sendiri. Seorang konsultan sangat peduli terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. 

Besarnya tanggung jawab konsultan pada bisnis perusahaan, menyebabkan ia sangat terikat pada hasil konsultasinya. Pasalnya, reputasi seorang konsultan diukur dari hasil konsultasinya yang selanjutnya menentukan besar imbalannya. Dalam konsultasi, jadwal penyampaian layanan konsultasi bisa ditentukan secara spesifik. Berdasarkan layanan tersebut, biaya konsultasi dibayar per proyek sesuai jadwal pembayaran yang telah disepakati.

Meski coach peduli terhadap kelangsungan bisnis perusahaan, namun yang paling mendasar ia bertanggung jawab terhadap perkembangan coachee. Seorang coach tidak terikat pada hasil dalam proses coaching-nya. Tanggung jawab tindakan coachee – termasuk akibat dari tindakannya, terletak pada dirinya sendiri. Coach bersikap terbuka, netral, dan kreatif dalam membantu coachee menemukan solusi atas masalahnya sendiri.

Seperti sudah dijelaskan di bagian terdahulu, coach bertugas memberi ruang bagi coacheenya untuk menentukan sendiri rencana tindakannya. Coach hanya menggali solusi agar tercetus dari coachee, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Karena itu, alih-alih menjadi tanggung jawab coach, berbagai tindakan coachee – termasuk akibat dari tindakannya – menjadi tanggung jawabnya sendiri.  

Untuk mengetahui perbedaan antara konsultasi dan coaching lebih lanjut, berikut ringkasannya.

Seringkali praktek dalam perusahaan tidak membedakan terminologi konsultan atau coach, yang penting performance karyawan meningkat dan potensinya bisa terasah untuk menyelesaikan permasalahan jangka pendek dan panjang. Namun sungguh dalam coaching setiap hasil akhir akan kembali ke tiap personal coachee untuk mencapai perbaikan kinerja.

Dikutip dari “Coaching for Result: Unlocking Human Potential to Achieve Organization’s Performance”, Penulis: Berny Gomulya, Heria Windasuri, Hyacintha Susanti, dan BusinessGrowth Team, PT Gramedia Pustaka Utama, 2018”

 

By: BusinessGrowth

Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka. 

International Partners