Blog

Tips for Reading the Room Before a Meeting or Presentation (Tips “Membaca Ruangan”.......)

In every conversation at work, there’s the explicit discussion happening — the words being spoken out loud — and the tacit one. To be successful in most organizations, it’s important to understand the underlying conversations and reactions that people in the room are having. But if you aren’t picking up on those subtle cues, how can you learn to do so? What signals should you be looking for? And what can you do to influence the unspoken dynamics?
(Di setiap percakapan di kantor, ada diskusi eksplisit yang terjadi - kata-kata yang diucapkan dengan lantang - dan yang diam-diam. Agar berhasil di sebagian besar organisasi, penting untuk memahami percakapan dan reaksi mendasar yang dimiliki orang-orang di dalam ruangan. Tetapi jika Anda tidak memahami isyarat halus tersebut, bagaimana Anda bisa belajar melakukannya? Sinyal apa yang harus Anda cari? Dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mempengaruhi dinamika yang tak terucapkan?)

How to Nourish Your Team’s Creativity (Cara Memupuk Kreativitas Tim Anda)

CEOs in a recent poll agreed that creativity is the most important skill a leader can have. What seems less clear is how to actually cultivate it. Every leader is hoping for that next great idea, yet many executives still treat creative thinking as antithetical to productivity and control. Indeed, 80% of American and British workers feel pressured into being productive rather than creative.
(Para CEO dalam jajak pendapat baru-baru ini sepakat bahwa kreativitas adalah keterampilan paling penting yang dapat dimiliki seorang pemimpin. Yang tampaknya kurang jelas adalah bagaimana benar-benar mengolahnya. Setiap pemimpin mengharapkan ide hebat berikutnya, namun banyak eksekutif masih menganggap pemikiran kreatif sebagai antitesis terhadap produktivitas dan kontrol. Memang, 80% pekerja Amerika dan Inggris merasa tertekan untuk menjadi produktif daripada kreatif.)

Good Leaders Are Good Learners (Pemimpin yang Baik Adalah Pembelajar yang Baik)

Although organizations spend more than $24 billion annually on leadership development, many leaders who have attended leadership programs struggle to implement what they’ve learned. It’s not because the programs are bad but because leadership is best learned from experience.
(Meskipun organisasi menghabiskan lebih dari $ 24 miliar setiap tahun untuk pengembangan kepemimpinan, banyak pemimpin yang telah menghadiri program kepemimpinan berjuang untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Bukan karena programnya buruk, tetapi karena kepemimpinan sendiri paling baik dipelajari dari pengalaman.)

International Partners