Blog

How Mindfulness Improves Executive Coaching (Bagaimana Kesadaran (Mindfulness) Meningkatkan Coaching

The benefits of mindfulness meditation for business leaders are increasingly appreciated and confirmed by empirical research. Executives and high performing professionals increasingly use meditation to manage stress, maintain strategic focus, enhance cognitive performance, promote emotional intelligence, and improve interpersonal relationships. Meditation programs are increasingly offered in the workplace to promote these benefits. Potential risks of mindfulness programs can be avoided and advantages enhanced when workers engage voluntarily and proactively in the process.

(Manfaat meditasi mindfulness bagi para pemimpin bisnis semakin dihargai dan dikonfirmasi oleh penelitian empiris. Para eksekutif dan profesional berperforma tinggi semakin banyak menggunakan meditasi untuk mengelola stres, mempertahankan fokus strategis, meningkatkan kinerja kognitif, meningkatkan kecerdasan emosional, dan meningkatkan hubungan interpersonal. program meditasi semakin ditawarkan di tempat kerja untuk meningkatkanmanfaat ini. Potensi risiko dari program mindfulness dapat dihindari dan keuntungan ditingkatkan ketika pekerja terlibat secara sukarela dan proaktif dalam proses.)

However, mindfulness meditation is usually a freestanding offering in workplaces and not tied to the user’s specific leadership development challenges. Mindfulness meditation has not yet been rigorously integrated into leadership development programs and executive coaching. These kinds of development programs can help emerging leaders to identify — and overcome — their limiting beliefs, behavior patterns, and interpersonal difficulties. Such programs can help them to develop new skill sets including the capacity to think strategically and motivate others.

(Namun, meditasi mindfulness biasanya merupakan tawaran bebas di tempat kerja dan tidak terikat padatantangan khusus pengembangan kepemimpinan pengguna. meditasi mindfulness belum secara ketat diintegrasikan ke dalam program pengembangan kepemimpinan dan pembinaan eksekutif. Jenis program pengembangan ini dapat membantu para pemimpin untuk mengidentifikasi - dan mengatasi - keyakinan yang membatasi mereka, pola perilaku, dan kesulitan interpersonal. Program-program tersebut dapat membantu mereka mengembangkan keahlian baru termasuk kemampuan untuk berpikir secara strategis dan memotivasi orang lain.)

Similarly, executive coaching helps individual clients to develop essential skill sets to manage direct reports, communicate more effectively, develop sound strategic plans, and implement action plans for success. But since most executive coaches and leadership development specialists are not also specialists in applying mindfulness strategies, important opportunities may be missed. While executives may benefit from pursuing meditation as a freestanding stress-management strategy, their development as vibrant leaders could be bolstered by vigorously integrating the two approaches.

(Serupa, coaching eksekutif membantu klien individu untuk mengembangkan keahlian penting untuk mengelola bawahan langsung, berkomunikasi dengan lebih efektif, mengembangkan rencana (yang kedengarannya) strategis, dan mengimplementasikan action plan untuk sukses. Tapi karena kebanyakan coach eksekutif dan spesialis pengembangan kepemimpinan tidak juga spesialis dalam menerapkan strategi mindfulness, peluang penting mungkin terlewatkan. Sementara eksekutif dapat mengambil manfaat dari mengejar meditasi sebagai strategi bebas manajemen stres, perkembangan mereka sebagai pemimpin yang dinamis dapat diperkuat dengan bersemangat mengintegrasikan dua pendekatan.)

When executive coaches and mindfulness specialists collaborate closely, they can help clients to identify their core challenges and focus in-depth on addressing those challenges in a synergistic fashion. They can hold clients accountable to commitments they’ve made to both processes. The executive coach can engage the client in dialogue about how mindfulness strategies (such as controlled breathing and guided imagery) are working in the service of leadership development and executive functioning.

(Ketika coach eksekutif dan spesialis mindfulness berkolaborasi erat, mereka dapat membantu klien untuk mengidentifikasi tantangan inti mereka dan fokus mendalam pada mengatasi tantangan-tantangan tersebut secara sinergis. Mereka membuatklien bertanggung jawab atas komitmen yang telah mereka buat untuk kedua proses. Coach eksekutif dapat melibatkan klien dalam dialog tentang bagaimana strategi mindfulness (seperti pernapasan yang diaturdan citra yang dipandu) bekerja dalam pelayanan pengembangan kepemimpinan dan fungsi eksekutif.)

Meanwhile, the mindfulness specialist can help the client to develop individually tailored meditation techniques that support the executive leadership goals (such as maintaining a calm, steady presence in essential meetings in the C-suite or with colleagues across the organization). The two processes can powerfully reinforce each other and promote enhanced quality of life, work performance, and leadership capacity. But that is only the case if the executive coach and mindfulness specialist maintain a healthy dialogue with one another.

(Sementara itu, spesialis mindfulness dapat membantu klien untuk mengembangkan teknik meditasi yang dirancang secara individual yang mendukung tujuan kepemimpinan eksekutif (seperti menjaga pembawaan yang tenang stabil dalam pertemuan penting di C-suite atau dengan rekan-rekan lintasorganisasi). Kedua proses dapat memperkuat satu sama lain dan mempromosikan peningkatan kualitas hidup, prestasi kerja, dan kapasitas kepemimpinan. Tapi itu hanya terjadi jika coach eksekutif dan spesialis mindfulness mempertahankan dialog yang sehat satu sama lain.)

In our practice, we work closely day-to-day as an executive coach/meditation specialist team. Together we have developed an integrative and bidirectional model of executive coaching and mindfulness coaching. We take the initiative to inform each other regularly about the specifics of the work we are doing with our shared clients. Our approaches are mutually reinforcing.

(Dalam praktek kami, kami bekerja sama haridemi hari sebagai tim spesialis coach/meditasi eksekutif. Bersama-samakami telah mengembangkan model coaching eksekutif dan mindfulness integratif dan dua arah. Kami berinisiatif untuk saling menginformasikan satu sama lain secara teraturtentang spesifik pekerjaan yang kami lakukan dengan klien-bersama kami. Pendekatan kami saling memperkuat.)

 

When the client achieves a relaxed state during meditation sessions via controlled breathing and progressive muscle relaxation (temporarily suspending cognition), he or she can then work on the mindset changes that are the focus of the executive coaching. These mindset changes are more attainable when they are worked on in a state of meditative relaxation. Conversely, relevant thoughts “bubbling up” in the client’s mind during meditation sessions are relevant to the tasks of the executive coaching and leadership development sessions. In some cases, we meet together with our clients to ensure that the goals and strategies are well aligned amongst all of us.

(Ketika klien mencapai kondisirelaks selama sesi meditasi melalui pengendalian pernapasan dan relaksasi otot progresif (sementara menangguhkan kognisi), dia kemudian dapat mengerjakan perubahan pola pikir yang menjadi fokus dari coaching eksekutif. Perubahan pola pikir ini lebih mungkin dicapai ketika mereka bekerja dalam kondisi relaksasi meditatif. Sebaliknya, pemikiran relevan yang "menggelegak" dalam pikiran klien selama sesi meditasi relevan dengan tugas-tugas sesi coachingdan pengembangan kepemimpinan eksekutif. Dalam beberapa kasus, kami bertemu klien untuk memastikan bahwa tujuan dan strategi telahselaras antara kami.)

Here’s an example of the process with one of our shared clients. Steven has been a successful executive in the tech industry and recently began working with a start up company, at which point he experienced a major spike in his longstanding anxiety, obsessional work style, and profound worries about his health. The executive coaching work has aimed to transform his mindset from focusing on problems and roadblocks standing in the way of success, into focusing on interesting challenges and opportunities all around him. His capacity to reframe self-perceived problems as opportunities has deepened since he began to focus on this cognitive reframe not only during executive coaching sessions, but also during meditation and yoga sessions. At the same time, during those sessions my colleague noticed that he was expressing worries about his office set-up and daily work schedule. That information flowing from meditation and yoga sessions has helped to deepen the executive coaching process by identifying concrete, worthwhile tasks for him to pursue.

(Berikut satu contoh proses dengan salah satu klien-bersama kami. Steven telah menjadi eksekutif yang sukses di industri teknologi dan baru mulai bekerja dengan sebuah perusahaan start up, dimana ia mengalami lonjakan besar kecemasan yang telah lama ada, gaya kerja obsesif, dan kekhawatiran mendalam tentang kesehatannya. Peran coaching eksekutif telah mengubah mindsetnya dari berfokus pada masalah dan hambatan yang menghalangi jalan kesuksesan, menjadi berfokus pada tantangan menarik dan kesempatan di sekelilingnya. Kapasitasnya untuk membingkai ulang masalah menjadi peluang telah mendalam sejak ia mulai fokus pada reframe kognitif tidak hanya selama sesi coaching eksekutif, tetapi juga selama sesi meditasi dan yoga. Disaat yang sama, selama sesi-sesi tersebut rekan saya melihat bahwa ia mengekspresikan kekhawatiran tentang pengaturan kantornya dan jadwal pekerjaan sehari-hari. Informasi yang mengalir dari sesi meditasi dan yoga telah membantu memperdalam proses coaching eksekutif dengan mengidentifikasi tugas nyata yang berharga baginya untuk dikejar.)

The benefits of a relaxed body state for executive coaching clients like Steven cannot be overestimated. Once Steven’s self-awareness expanded to include his breathing and his body state in general, he became more grounded, mentally focused, and capable of making significant changes. Deep breathing and somatic relaxation moderated his cognitive intensity, which empowered him to tolerate and transform stressful thoughts rather than being overwhelmed or detrimentally reactive to them. He thereby succeeded in achieving the executive coaching goals of transforming his self-perception from being riddled with problems to embracing wonderful new leadership challenges and opportunities for growth.

(Manfaat dari kondisi tubuh yang rileks bagi klien coaching eksekutif seperti Steven tidak mungkin berlebihan. Setelah kesadaran diri Steven meluas hingga mencakup pernafasan dan kondisi tubuhnya pada umumnya, ia menjadi lebih membumi, fokus secara mental, dan mampu membuat perubahan yang signifikan. Bernapas dalam dan relaksasi somatik mengelolaintensitas kognitifnya, yang mendayakannya untuk mentolerir dan mengubah pikiran stresbukan kewalahan atau reaktif merusak terhadap pemikiran tersebut. Dengan demikian dia berhasil mencapai tujuan coaching eksekutif mengubah persepsi dirinya dari yang penuh dengan masalah kemerangkul tantangan kepemimpinan baru yang indah dan kesempatan untuk bertumbuh.)

The synergy of executive coaching and mindfulness meditation is compelling. Meditation helps clients achieve a state of being in which they can think clearly about work-related stressors and goals. And when executives make positive mindset and behavior changes, they are better positioned to relax and achieve a meditative state — with all its inherent benefits. The two approaches continually deepen and bolster each other.

(Sinergi coaching eksekutif dan meditasi mindfulness inimenarik. Meditasi membantu klien mencapai kondisi dimana mereka dapat berpikir jernih tentang stres dan tujuan yang berhubungan dengan pekerjaan. Dan ketika eksekutif membuat perubahan positif akan mindset dan perilaku, posisi mereka lebih baik untuk rileks dan mencapai kondisi meditatif- dengan semua manfaat yang terkandung di dalamnya. Dua pendekatan tersebut berkelanjutan memperdalam dan memperkuat satu sama lain.)

By carefully integrating executive coaching and mindfulness strategies in a single practice setting, we can help clients develop into more self-aware, grounded, emotionally intelligent, and effective leaders. Executive coaches, leadership trainers, and mindfulness specialists can form powerful partnerships in the service of an enhanced client experience. Rather than leaving to chance whether and how clients will engage in mindfulness meditation, executive coaches should consider partnering with highly qualified and trusted mindfulness colleagues. The process is more rewarding, and the outcome for clients is far superior, with this kind of coordinated approach.

(Dengan hati-hati mengintegrasikan coaching eksekutif dan strategi mindfulness dalam pengaturan praktek tunggal, kami dapat membantu klien berkembang menjadi pemimpin yang lebih sadar diri, membumi, cerdas secara emosinal, dan efektif. Coach eksekutif, pelatih kepemimpinan, dan spesialis mindfulness dapat membentuk kemitraan yang kuat dalam layanan peningkatan pengalaman klien. Daripada membiarkan apakah dan bagaimana klien akan terlibat dalam meditasi mindfulness, coacheksekutif harus mempertimbangkan bermitra dengan kolega mindfulness berkualifikasi tinggidan terpercaya. Proses ini lebih bermanfaat, dan hasilnya bagi klien jauh lebih unggul, dengan pendekatan terkoordinasiseperti ini.)

 

By : David Brendel and Emmie Roe Stamell - The Daily Alert from Harvard Business Review

 

Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka.

International Partners