Blog

Creative Thinking dan Engagement Ala LEGO® (1)

Untuk memotivasi dan menginspirasi, seorang leader diharapkan memiliki kreatifas dalam berpikir, untuk menemukan solusi dalam kendala kerja maupun membuat berbagai rencana atau program kerja. Hal ini sangat wajar, mengingat kreatifitas lah yang membuat suatu organisasi bertahan dan stand up di antara pesaing dengan bidang usaha yang sama. Sementara kendala pekerjaan yang dihadapi tidak selalu bisa diselesaikan dengan cara yang sama.

Kreatifitas adalah membawa sesuatu yang tidak ada sebelumnya. Kreatifitas sangat penting untuk menyiasati segala keterbatasan yang kita miliki, memecahkan masalah pada berbagai aspek kehidupan, sekaligus menghasilkan peluang atau karya baru untuk memudahkan kehidupan (pekerjaan) kita. Sedangkan berpikir kreatif adalah proses berpikir yang menghasilkan kreatifitas. Kreativitas tidak selalu menghasilkan produk konkret, tetapi juga berupa ide. Ide kreatif melihat sesuatu bukan dengan sudut pandang umum, melainkan dengan sudut pandang berbeda. Ini dinamakan berpikir outside the box.

Salah satu metode creative thinking yang populer digunakan yaitu Brainstorming. Istilah brainstorming dipopulerkan oleh Alex F. Osborn pada awal tahun 40an. Brainstorming (Curah pendapat) adalah teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok yang dapat mendorong dan memicu ide-ide baru. Di Business Growth sendiri, brainstorming merupakan metode favorit kami, dan mungkin juga di perusahaan Anda?

Tapi mungkin Anda mengenali beberapa orang yang masih cenderung pasif, hampir selalu idem dan nrimo dalam forum brainstorming. Seolah mereka takut berpendapat, tak punya pendapat, bahkan tidak engage. Tidak jarang sesi brainstorming didominasi sosok yang itu itu saja, yang masukannya diamini banyak orang. Jika ini yang terjadi dalam tim kita, penting untuk waspada. Jangan-jangan mereka tidak nyaman mengemukakan ide dikarenakan takut. Masih ingat artikel oleh Sunnie Giles di Harvard Business Review tentang kompetensi penting seorang pemimpin? Sepuluh kompetensi di dalamnya sangat terkait dengan cara mendapatkan kepercayaan karyawan. Kompetensi dalam Connection and Belonging tentu saja dibutuhkan dalam Membangun Hubungan. 42% responden menilai pentingnya Komunikasi yang Sering dan Terbuka, yang mendukung terbentuknya hubungan pemimpin dan anggota timnya. Apalagi jika pemimpin terbuka akan ide dan pendekatan-pendekatan baru (39%) atau dengan kata lain mau menerima masukan, sehingga menciptakan Perasaan Sukses Dan Gagal Bersama (38%).

 

Lalu apa hubungannya brainstorming dengan program LEGO® Serious FUN®? Mari kita lihat beberapa aturan brainstorming yang harus diperhatikan :

  • Tanpa judgment dan kritik
  • Selama tahap pertama sesi brainstorming ide-ide yang ada tidak dievaluasi dengan cara apapun
  • Setiap ide akan ditampung, seaneh apapun menurut kita

Yang diutamakan adalah kuantitas (banyaknya ide), bukan kualitas (bukan baik dan tidaknya ide)

Bukankah LEGO® Serious FUN® memiliki konsep yang sama dengan brainstorming? Di mana setiap individu menyerahkan idenya yang telah tertuang dalam bentuk LEGO® yang dirakitnya? Jika dalam brainstorming konvensional tidak semua anggota tim terlibat, maka dalam LEGO® Serious FUN® keterlibatannya adalah 100%. Secara kasat mata pun terlihat bahwa LEGO® Serious FUN® merupakan lean forward meeting, di mana semua orang mendekatkan diri ke dalam forum. Brainstorming ala LEGO®, cara menyenangkan untuk membentuk kebiasaan sumbang ide pada setiap anggota tim. Jika biasanya dari 17 orang kita menerima tujuh ide, maka kini dari 17 orang kita akan mendapatkan 17 ide baru berbeda, dan itu lah sumber kekuatan tim kita. (HWI).

 

By : BusinessGrowth

 

Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka.

International Partners