Blog

Coaching Tidak Berarti Memberikan Kemudahan Bagi Coachee

Pernahkan Anda melihat anak kecil belajar jalan? Ketika kita meletakan mainan yang sangat disukainya di atas sebuah sofa, maka kita mulai melihatnya berusaha menjangkau barang-barang di sekitarnyauntuk mencapai mainan tujuannya. Semuanya dilakukan dengan penuh semangat. Mulai dengan menggapai tangannya,perlahan ia akan menarik kakinya hingga bisa menggerakkan badan. Ia mulai belajar merangkak. Lalu ia belajar menapakkan kaki sambil menyandarkan badannya ke tembok. Sampai akhirnya dia bisa menjangkau mainan di atas sofa.

Sebagai orang tua yang melihatnya menggapai ke atas untuk berusaha bangkit, apakah kita lalu langsung memudahkan ia mengambil mainannya dengan mengangkatnya dan mendudukannya di sofa agar dia bisa segera mencapai mainan yang diingininya? Atau kita berusaha tetap membuatnya fokus pada mainan di atas sofa sambil menyemangati usahanya? 

Metode coaching sejalan dengan anak kecil yang belajar berjalan. Metode coaching berusaha membuat karyawan lebih aktif dalam mencari solusi, dan bukan secara instant memudahkannya sampai pada solusi. Metode coaching mendorong bawahan menyelesaikan berbagai permasalahannya sendiri dengan berfokus pada masa depan, pada solusi yang hendak dicapainya. Pendekatan itulah yang membuat coaching menjadi pilihan efektif bagi banyak perusahaan dalam meningkatkan kemampuan karyawan sekaligus mencetak kader-kader perusahaan.

Bila kita datang ke gym, apa yang kita lakukan? Kita melakukan treadmill, angkat beban, cardio, dan semua hal yang bertujuan untuk membentuk tubuh yang kita inginkan. Untuk itu kita bersedia “bersakit-sakit” dahulu agar bentuk badan yang kita inginkan bisa tercapai. Personal Trainer di gym juga tidak akan membiarkan Anda istirahat berlama-lama, melainkan dia akan menyemangati Anda untuk berlatih lebih giat untuk mencapai tujuan Anda. Prinsip yang sama berlaku juga untuk coaching. Seorang coach tidak memberikan kemudahan di awal untuk memecahkan masalah Anda. Coach akan membuat Anda berpikir untuk menemukan solusi atas permasalahan atau perbaikan yang Anda inginkan. Dengan demikian “otot-otot” pikiran Anda akan terlatih untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang semakin hari semakin kompleks. Dan Anda akan memiliki kemampuan baru dalam berpikir dan menemukan solusi. Coaching bermanfaat menciptakan kemandirian positif, dan bukan ketergantungan kepada mereka.

Seperti dituliskan Withmore dalam Coaching for Performance (2009), coaching adalah kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. Inti dari coaching adalah memberdayakan orang dengan memfasilitasi pembelajaran diri, pertumbuhan pribadi, dan perbaikan kinerja.

Berikut manfaat coaching lainnya yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

 

Jika coaching dianalogikan sebagai proses bayi berjalan, maka bayi yang terus-menerus ditempatkandalam kereta dorongnya adalah bawahan yang terlalu banyak dinasihati oleh atasan. Tanpa memberikan kesempatan untuk berjalan sendiri, bayi tidak akan pernah mampu berjalan sendiri. Pendekatan yang kurang melibatkan bawahan membuat perusahaan tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Pasalnya, kebutuhan pelanggan berubah dengan sangat cepat.

Coaching dan Komitmen Bawahan untuk Melakukan Perubahan

Oscar G. Mink dkk. mencatat ada empat  hal yang membuat proses belajar di perusahaan perlu terus dilakukan. (1) Pengetahuan dan keterampilan karyawan yang semakin cepat usang seiring kemajuan teknologi informasi. (2) Semakin meningkatnya keragaman dan kompleksitas masalah yang dihadapi di tempat kerja. (3) Semakin terbatasnya jumlah tenaga kerja terlatih dibanding lapangan kerja yang diciptakan. (4) Semakin rendahnya kompetensi karyawan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap saat pertama kali memasuki dunia kerja.

Karyawan harus semakin cepat menyesuaikan dirinya terhadap perubahan selera konsumen. Sebaliknya, manajemen tidak bisa lagi mempertahankan kepemimpinan dari atas ke bawah (top-down). Terlalu banyak waktu dan mahal biaya yang keluar bila bawahan harus selalu menunggu solusi atasan atas permasalahan di lapangan. Dengan meningkatnya kemampuan bawahan untuk memutuskan, atasan pun tidak perlu lagi turun tangan sendiri. (lihat ekstrim pendekatan otokratis dan pendekatan kebebasan).

Pendekatan coaching menggunakan manajemen yang melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Alih-alih menggunakan manajemen otokratik, coaching lebih membebaskan dan mengikutsertakan bawahan dalam pengambilan keputusan. Untungnya, metode coaching semakin diyakini efektivitasnya dari hari ke hari. Bagaimana karyawan bisa diberdayakan dalam proses pengambilan keputusan? Caranya adalah mengubah dari strategi yang lebih banyak menasihati menjadi strategi yang lebih banyak mendengarkandan bertanya.

Ada sebuah rumus yang menarik untuk mengukur manfaat coaching:

Sebagus apapun ide yang diberikan coach kepada coacheenya, tetapi apabila kepemilikan coachee kurang, maka manfaatnya pun akan berkurang. Lebih baik apabila coachee berkomitmen terhadap solusi yang datang dari dirinya, walaupun mungkin solusi tersebut tidak sebagus solusi yang dicekoki dari atasannya. Dan tentunya akan lebih bagus lagi apabila kita bisa memancing coachee untuk menghasilkan solusi yang datang dari dia tetapi dengan kualitas ide sebaik ide atasannya. Hasilnya pasti akan lebih luar biasa. Dan untuk itu perlu proses “membangun otot-otot pikiran” coachee kita dulu dengan melatihnya untuk terus berpikir.

Intinya, perubahan hanya akan terjadi apabila komitmen datang dari coachee. Dan untuk mendapatkan komitmen tersebut maka coachee harus terlibat dalam prosesnya sejak awal percakapan coaching (dan bukan hanya di akhir untuk mengamini arahan atasannya dan menyetujui implementasinya– yang juga adalah permintaan atasannya).

Dikutip dari “Coaching for Result: Unlocking Human Potential to Achieve Organization’s Performance”, Penulis: Berny Gomulya, Heria Windasuri, Hyacintha Susanti, dan BusinessGrowth Team, PT Gramedia Pustaka Utama, 2018”

 

By: BusinessGrowth

Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka. 

International Partners