Memberdayakan Karyawan Dalam Perusahaan
Kita hidup dalam sebuah sistem. Dalam sistem itu terdapat saling keterkaitan antar individu, individu dengan kelompok, dan sebaliknya. Semua aksi dalam sistem membentuk dinamika yang memperkuat dirinya. Sistem tersebut membentuk sebuah keseimbangan dimana pola perilaku satu pihak mendukung pihak lainnya. Mary Beth O’Neil menggambarkan dinamika sistem tersebut dengan dua anak panah yang saling memperkuat satu sama lain. Pihak-pihak dalam anak panah itu bisa orang tua dengan anak atau Anda dengan bawahan Anda, dua orang rekan kerja, atau siapapun yang saling berelasi. Kita akan kembali ke contoh relasi antara orang tua dengan anak.
Pernah melihat (atau mungkin mengalami sendiri) saat mainan anak berceceran di lantai? Melihat itu orang tua biasanya akan marah dan menyuruh anaknya untuk membereskan. Dan layaknya anak-anak, bukannya langsung menuruti perintah, dia justru mengabaikan, melanjutkan kesibukannya sendiri, dan kemungkinan menunggu reaksi Anda. Jika orang tua frustrasi karena pemintaan itu tidak juga dikerjakan, sangat mungkin (bahkan sering) terjadi si orang tua langsung membereskan mainan tersebut. Dia tidak sadar, dari satu contoh tersebut,berikutnya si anak tidak akan napernah menanggapi teguran yang sama dengan respon yang diminta.
Perilaku: Mengomel pada anak; frustrasi; akhirnya membereskan mainan

Perilaku: Mendengarkan keluhan orang tua, mengabaikannya, dan melakukan pekerjaannya sendiri lagi tanpa peduli kepada orang tuanya.
Sistem perilaku orangtua dan anak tadi serupa dengan sistem perilaku kita dengan bawahan. Bayangkan kita selalu mendengarkan keluhan bawahan yang datang untuk minta solusi dan nasihat. Kita memberi nasihat, dengan harapan bawahan bisa segera menyelesaikan masalah. Apa yang terjadi, ketika ternyata masalahnya tidak juga selesai? Kita sebagai atasan turun tangan untuk menyelesaikannya. Dan perilaku bawahan kembali seperti semula. Atasan menyimpan jengkel di dalam hati dan berharap anak buah akan sadar sendiri dengan perilakunya ketika melihat Atasansendiri yang turun tangan. Tetapi kenyataannya, apakah anak buah akan sadar sendiri ? Ketika membaca ini mungkin Anda sedang menggeleng-gelengkan kepala sambil mengingat beberapa peristiwa yang terjadi di tempat kerja Anda.
Beruntung, sistem perilaku yang tidak mengembangkan itu bisa diubah. Hanya dua langkah yang perlu dilakukan untuk mengubah pola tersebut. Pertama, menemukan perubahan yang Atasan harapkan terjadi pada bawahan. Kedua, menemukan perilaku apa yang perlu Atasan ubah untuk mendorong perilaku bawahan. Kedua langkah tersebut bisa dirumuskan seperti berikut ini.
Perilaku: Mendengarkan permasalahan; memberi nasihat; mengharapkan hasil.

Perilaku: Mengeluh soal hambatan; berharap solusi dan nasihat atasan yang akhirnya mengambil alih tanggung jawab.

Apakah sistem perilaku itu bisa berubah? Bisa jadi seperti reaksi anak, bawahan bisa jadi menolak atau resisten saat diminta mengubah kebiasaan. Kendati mencoba menjawab pertanyaan, ia masih tetap akan meminta nasihat Atasan. Namun bertahanlah untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Tahan niat Anda untuk memberikan nasihat. Perubahan memang tidak bisa terjadi dalam satu hari. Perlu konsistensi dan ketetapan hati untuk melakukannya. Bagaimana kalau anak buah kita masih ‘lama loading’ nya sehingga sulit untuk diajak mengeluarkan ide? Di bab-bab berikut kita akan bahas tentang hal ini. Intinya pada bab ini adalah tahan niat Anda untuk memperlakukan coachee seperti anak kecil dengan memberikan nasihat langsung.Perlakukan dia dengan pola pikir orang dewasa yang mampu menyelesaikan sendiri permasalahannya, karena dia adalah orang yang paling tahu karena paling dekat dengan sumber masalah, dan membangun komitmen yang lebih baik apabila ide datang dari coachee.
Perilaku: Bertanya; mendorong ambil resiko dan inovasi; memberdayakan karyawan dan memercayainya untuk menyelesaikan permasalahan.

Perilaku: Memeriksa masalahnya sendiri; menentukan solusi yang mungkin; membuat keputusan; mengambil resiko yang terukur.
Dikutip dari “Coaching for Result: Unlocking Human Potential to Achieve Organization’s Performance”, Penulis: Berny Gomulya, Heria Windasuri, Hyacintha Susanti, dan BusinessGrowth Team, PT Gramedia Pustaka Utama, 2018”

By: BusinessGrowth
Untuk info pelatihan (training), jadwal pelatihan (training), managerial training, tempat pelatihan (training), training for trainers, dan pelatihan (training) programs lain, silakan hubungi kami, BusinessGrowth, lembaga training Indonesia terkemuka.