Blog

Why Do So Many Managers Avoid Giving Praise? (Mengapa Begitu Banyak Manajer......)

One of the most difficult parts of a manager’s job is giving feedback. In a survey of 7,631 people, we asked whether they believed that giving negative feedback was stressful or difficult, and 44% agreed. When talking with managers about giving feedback we often hear comments such as, “I did not sleep the night before,” “I just wanted to get it over quickly,” “My hands were sweating and I was nervous,” and “They don’t pay me enough to do this job.” We find that because of this anxiety, some managers resist giving their direct reports any kind of critical feedback at all: when we asked a different group of 7,808 people to conduct a self-assessment, 21% admitted that they avoid giving negative feedback.
(Salah satu bagian paling sulit dari pekerjaan seorang manajer adalah memberi umpan balik. Dalam sebuah survei terhadap 7.631 orang, kami bertanya apakah mereka yakin bahwa memberikan umpan balik negatif itu membuat stres atau sulit, dan 44% setuju. Ketika berbicara dengan manajer tentang memberikan umpan balik, kami sering mendengar komentar seperti, "Saya tidak tidur di malam sebelumnya," "Saya hanya ingin cepat selesai," "Tangan saya berkeringat dan saya gugup," dan "Bayaran perusahaan tidak cukup untuk melakukan tugas ini.” Kami menemukan bahwa karena kecemasan ini, beberapa manajer menolak memberikan bawahan langsung mereka umpan balik kritis apa pun: ketika kami meminta kelompok berbeda yang terdiri dari 7.808 orang untuk melakukan penilaian diri, 21% mengakui bahwa mereka menghindari memberikan umpan balik negatif.)

How to Give the Same Talk to Different Audiences (Bagaimana Menyampaikan Pembicaraan......)

If you’re asked to speak at a conference or event, it’s likely because you’ve demonstrated expertise in your particular subject. To provide a great experience for attendees, you generally want to focus on the topic the organizers have requested – the “greatest hits” that you’re known for. But you’ll run into trouble if you give the same speech verbatim every time: your material will resonate much better with some audiences than others, and some may have heard your remarks before and get bored with the exact repetition.
(Jika Anda diminta untuk berbicara di suatu konferensi atau acara, mungkin itu karena Anda telah menunjukkan keahlian dalam subjek tertentu. Untuk memberikan pengalaman yang luar biasa pada para peserta, Anda biasanya ingin fokus pada topik yang diminta oleh penyelenggara - “greatest hits” yang membuat Anda dikenal. Tetapi Anda akan mendapat masalah jika memberikan ucapan yang sama setiap saat: materi Anda akan beresonansi dengan lebih baik bagi beberapa audiens dibanding yang lain, dan beberapa orang mungkin telah mendengar komentar Anda sebelumnya dan bosan dengan pengulangan yang tepat sama.)

Align Your Time Management with Your Goals (Selaraskan Manajemen Waktu dengan Tujuan Anda)

At the end of a busy day, sometimes it’s hard to figure out where the time went. The following excerpt from the book Getting Work Done provides a simple process for you to prioritize your work and understand how you’re actually using your time.
(Di penghujung hari yang sibuk, terkadang sulit untuk mencari tahu ke mana perginya waktu. Kutipan berikut dari buku Getting Work Done memberikan proses sederhana bagi Anda untuk memprioritaskan pekerjaan Anda dan memahami bagaimana sebenarnya Anda menggunakan waktu Anda.)

International Partners