Blog

Break Bad Habits with a Simple Checklist (Ubah Kebiasaan Buruk dengan Checklist Sederhana)

When we’re starting out on a new goal, we’re full of energy and enthusiasm. We eagerly make changes and take steps in our new direction in the first few weeks. But as time goes on, the newness wears off. Our energy drains, and we lose sight of our goal. Ultimately, we slide back into the status quo.
(Ketika memulai satu tujuan baru, kita penuh dengan energi dan antusiasme. Dengan bersemangat kita membuat perubahan dan mengambil langkah ke arah baru, di beberapa minggu pertama. Tapi seiring berjalannya waktu, kebaruan itu habis. Energi kita mengering, dan kita kehilangan tujuan kita. Akhirnya, kita kembali ke status quo.)

Customer Service Dalam Perspektif Marketing

Kami menemukan meme lucu yang diposting salah satu fanpage parodi saat membuka akun sosmed. Meme tersebut berupa gambar seorang bocah sedang menangis sambil menekan dada, dengan tulisan berbunyi, “Ngantongin duit tinggal selembar, taunya kantongnya bolong. Sakitnya tuh di sini”. Spontan tawa penulis meledak, melihat ekspresi si bocah dan tulisan kocak yang telak menghantam ingatan atas pengalaman yang sama. Miris waktu itu, lucu setelah diingat-ingat sekarang. Sejak pengalaman pedih itu, penulis selalu mengecek apakah celana yang penulis kenakan bolong kantongnya. Entah apakah Anda pernah mengalaminya, tetapi kehilangan uang karena kecerobohan sendiri (apalagi lembar terakhir yang dimiliki) memang cukup merusak mood. Bagaimana jika jumlah yang hilang mencapai sekian persen total pemasukan?

6 Ways to Look More Confident During a Presentation (6 Cara untuk Tampak Lebih Percaya Diri......)

Several years ago, colleagues and I were invited to predict the results of a start-up pitch contest in Vienna, where 2,500 tech entrepreneurs were competing to win thousands of euros in funds. We observed the presentations, but rather than paying attention to the ideas the entrepreneurs were pitching, we were watching the body language and microexpressions of the judges as they listened.

(Beberapa tahun yang lalu, saya dan rekan-rekan diundang untuk memprediksihasil sebuah kontes pitch pemuladi Wina, dimana 2.500 pengusaha teknologi bersaing untuk memenangkan pendanaanribuan euro. Kami mengamati presentasi, tapi bukannya memperhatikan gagasan yang diajukan pengusaha, kami mengamati bahasa tubuh dan ekspresi mikro para jurisaat mereka mendengarkan.)

International Partners