Your Brain Can Only Take So Much Focus (Otak Anda Hanya Bisa.....)
The ability to focus is an important driver of excellence. Focused techniques such as to-do lists, timetables, and calendar reminders all help people to stay on task. Few would argue with that, and even if they did, there is evidence to support the idea that resisting distraction and staying present have benefits: practicing mindfulness for 10 minutes a day, for example, can enhance leadership effectiveness by helping you become more able to regulate your emotions and make sense of past experiences. Yet as helpful as focus can be, there’s also a downside to focus as it is commonly viewed.
(Kemampuan untuk fokus merupakan pendorong penting keunggulan. Teknik yang terfokus seperti to-do list, jadwal, dan pengingat kalender semuanya membantu orang untuk tetap mengerjakan tugasnya. Hanya sedikit yang akan membantahnya, dan bahkan jika mereka membantah, ada bukti untuk mendukung pendapat bahwa menolak gangguan dan tetap fokus memiliki manfaat: melatih perhatian selama 10 menit sehari, misalnya, dapat meningkatkan efektivitas kepemimpinan dengan membantu Anda menjadi lebih mampu mengatur emosi Anda dan memahami pengalaman masa lalu. Namun, walau fokus bermanfaat, fokus juga memiliki kelemahan seperti yang umumnya dilihat.)